Kabupaten Ngada memiliki potensi pertambangan yang beraneka ragam dan tersebar di beberapa lokasi.
Jenis potensi pertambangan, lokasi dan jumlah kandungannya masing-masing, terinci sebagai berikut :
NO
|
JENIS HASIL TAMBANG
|
LOKASI |
POTENSI |
| 1. |
Besi/ Mangan |
Mbong Milong- Riung |
1.359 Ha |
| 2. |
Emas |
Rawangkalo, Wangka, Lindi |
1.177.100 Ha (5.789 ton) |
| 3. |
Perak |
|
|
| 4. |
Belerang |
Mataloko |
30 Ha |
| 5. |
Tembaga |
|
33.088 % |
| 6. |
Pasir Besi |
|
65 Ha |
| 7. |
Pasir dan Batu |
Naru, Aimere |
908.209.977 M3 |
| 8. |
Tanah Liat |
Bomari-Langa |
30.512.619 M3 |
| 9. |
Marmer |
Sambinasi, Rawangkalo, Wangka |
15.452.336 M3 |
| 10. |
Granodiort |
|
339.000.000 M3 |
| 11. |
Zeolit |
|
266.721.653 M3 |
| 12. |
Batu Permata / 1/2 Permata |
|
1.00.000 M3 |
Berdasarkan kondisi geologi, Kabupaten Ngada memiliki dua gunung berapi yaitu Inerie dan Inelika maka Kabupaten Ngada memiliki potensi Sirtu Gunung yang cukup besar.
Berdasarkan hasil penelitian detil dengan memperhatikan aspek lokasi, kondisi lingkungan serta sosial budaya, penyediaan bahan galian pasir batu di Kabupaten Ngada terdapat di Naru dan Aimere. Jumlah persediaan kandungan pasir batu (sirtu) dari masing-masing lokasi cukup besar, dengan kualifikasi kualitas sangat baik untuk konstruksi ringan dan sedang.
Jumlah sumber daya bahan galian pasir batu di kabupaten Ngada sebagai sumber penyediaan dapat dilihat pada Tabel berikut :
Tabel
Jumlah Total Sumber Daya Sirtu
Bahan Galian Konstruksi |
Jumlah SumberDaya (M3) |
Keterangan |
Sirtu Naru
|
290.873.185 |
terindikasi |
Sirtu Aimere
|
229.554.790 |
hipotetik |
Total :
|
520.427.975 |
hipotetik |
Sirtu Naru.
Gambaran umum lokasi keterdapatan bahan galian ini adalah lokasi yang mudah diakses, kondisi jalan yang baik, sarana transportasi cukup memadai serta dekat dengan beberapa pusat pertumbuhan Kabupaten Ngada, yaitu Bajawa dan sekitarnya.
Kualitas :
Kualitas bahan galian pasir batu di daerah Naru dari pengamatan secara megaskopis umumnya adalah pasir sampai kerakal dan sedikit bongkah dengan fragmen batuan beku andesit. Hasil uji kekuatan batuan di lapangan dengan palu geologi sulit dihancurkan, dan dapat hancur dengan lebih dari 3 kali pukulan keras. Dengan mengikuti standar dari International standard Rock Mechanics (ISRM) batuan diperkirakan di atas kelas II atau baik, dengan kuat tekan di atas 1000 kg/cm2.
ANALISIS SIFAT FRAGMEN BATUAN ANDESIT :
Sifat Fisik / Mekanik Nilai Referensi Porosity 0,8 % Schoeller Spesific Gravity 2,04 - 3,08 - Kuat Tekan (UCS) 812 - 1200 kg/cm2 -
Sumber : Physical Properties of Rock and Mineral, 1981.
Dari hasil pengamatan di lapangan dan uji di laboratorium kualitas pasir batu di Naru cukup baik dan layak dikembangkan. Berdasarkan penggunaan saat ini yang hanya sebagai bahan konstruksi ringan untuk perumahan, potensi bahan galian ini dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai bahan campuran beton, konstruksi sedang yaitu jalan serta pembuatan batako.
Luas penyebaran potensi sirtu di Naru adalah 445 hektar. Cadangan ini berupa bukit-bukit kecil yang merupakan bukit pengendapan sirtu dengan ketinggian mencapai 200 meter. Berdasarkan penyelidikan dan dari pengamatan melalui peta topografi, cadangan bahan galian ini dihitung dengan metoda isoline. Sumber daya (indicated) daerah ini adalah 290.873.185 m3.
Sirtu Aimere.
Lokasi bahan galian pasir batu daerah Aimere adalah sepanjang pantai selatan Kabupaten Ngada. Lokasi bahan galian ini memiliki akses jalan yang cukup mudah dicapai dengan jalan darat, dapat dicapai dari Bajawa dengan kendaraan bermotor selama lebih kurang 2 jam melalui Aimere.
Sirtu Aimere merupakan sirtu gunung dan merupakan hasil pengendapan material gunung api Inerie. Penyebarannya cukup luas meliputi beberapa desa antara lain desa Warupele, Sebowuli dan Aimere Timur, terdapat di lereng selatan Gunung Inerie.
Kualitas :
Secara megaskopis pengamatan di lapangan, endapan sirtu ini umumnya berukuran pasir halus sampai pasir kasar. Berdasarkan uji di lapangan fragmen material yang berupa bongkah adalah batuan yang memiliki kekerasan sedang Dengan hasil uji di lapangan mengikuti standar Intenational Standard for Rock Mechanics (ISRM) batuan tersebut sulit di pecahkan atau termasuk batuan kelas II, dengan perkiraan kekerasan diatas 800 kg/cm2.
Luas penyebarannya mencapai 1147 hektar. Dengan kondisi tersebut cadangan (hypothetic) daerah ini mencapai 229.554.790 m3.