Salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Ngada untuk menurunkan jumlah kematian Ibu dan Bayi adalah melalui pengembangan Puskesmas PONED. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada,Dokter Reni Wahyuningsih.
Menurutnya, Puskesmas PONED merupakan Tempat Rujukan Terdekat di desa yang melaksanakan PELAYANAN OBSTETRI NEONATAL EMERGENCY DASAR (PONED) bagi ibu-ibu dengan kehamilan bermasalah yang memiliki komplikasi atau potensial memiliki komplikasi. Beliau menjelaskan bahwa sampai dengan saat ini Kabupaten Ngada sudah memiliki tiga Puskesmas Poned, yaitu Puskesmas Waepana, Puskesmas Riung, dan Puskesmas Aimere. Beliau menginformasikan bahwa sesuai dengan standar nasional diharuskan satu Kabupaten minimal memiliki empat Puskesmas Poned. Beliau juga menambahkan bahwa pengembangan Puskesmas Poned di Kabupaten Ngada merupakan kerjasama dengan AIP MNH-AUSAID milik Pemerintah Australia. Lebih lanjut dikatakan bahwa untuk memenuhi standar nasional, maka pada Tahun 2012, Pemerintah Kabupaten Ngada akan mengembangkan lagi dua buah Puskesmas Poned di wilayah Bantuan AIP MNH-AUSAID, yaitu Puskesmas Koeloda dan Maronggela.
Dokter Reni menjelaskan bahwa untuk pengembangan Puskesmas Poned khususnya di wilayah Maronggela perlu dilakukan pemerintah dengan pertimbangan topografi di mana akses masyarakat ke Puskesmas sangat sulit dan jangkauan ke Rumah sakit yang sangat jauh. Beliau menambahkan bahwa data terakhir pada bulan November 2011 telah terjadi satu kasus kematian ibu dari Puskesmas Maronggela dengan pendarahan Ante Parfum. Beliau juga mengharapkan dengan adanya pengembangan Puskesmas Poned di Kabupaten Ngada dapat menekan Angka Kasus Kematian Ibu dan Anak. (YANCE)
| < Prev | Next > |
|---|














